Agustus 27, 2026

BPP Kecamatan Tamalatea Lakukan Revitalisasi dan Penyuluhan, Petani Desa Borongtala Sambut Antusias

0
jumali

SUARATANEWS.ID-JENEPONTO

Jeneponto, 6 Oktober 2025 — Dalam rangka memperkuat peran petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, menggelar kegiatan Revitalisasi Kelompok Tani dan Penyuluhan Pertanian yang berlokasi di Desa Borongtala.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 6 Oktober 2025 ini menyasar para petani aktif yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Borongtala dan turut hadir juga Koordinator BPP Kecamatan Tamalatea Kurniati, S.P., M.Si, Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dalam mengelola usaha tani agar lebih produktif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan.

Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah revitalisasi kelompok tani, yang merupakan upaya untuk menguatkan kembali fungsi kelembagaan petani agar lebih aktif dan berdaya guna. Melalui revitalisasi ini, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan kelompok secara kolektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan bersama.

Dalam sesi revitalisasi, penyuluh pertanian memberikan edukasi mengenai akses pupuk bersubsidi melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Informasi ini sangat penting bagi petani agar mereka memahami prosedur dan mekanisme pengajuan pupuk yang sah, sesuai kebutuhan riil di lapangan, serta dapat mencegah penyalahgunaan distribusi pupuk.

“RDKK adalah dasar utama bagi petani untuk bisa memperoleh pupuk bersubsidi secara legal dan tepat sasaran. Melalui kelompok tani yang aktif dan terdata dengan baik, akses petani terhadap sarana produksi menjadi lebih mudah dan terjamin,” jelas salah satu penyuluh dalam kegiatan tersebut.

Selain revitalisasi, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan pertanian yang membahas berbagai aspek penting dalam budidaya tanaman. Materi yang diberikan meliputi teknik pencegahan hama dan penyakit, manajemen lahan, peningkatan hasil panen, hingga penanganan pasca panen yang bernilai tambah.

Penyuluhan disampaikan dengan pendekatan partisipatif, melalui diskusi langsung dan studi kasus dari pengalaman petani di lapangan. Hal ini dilakukan agar petani tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif dalam berbagi kendala dan solusi.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para petani dan tokoh masyarakat setempat. Sejumlah ketua kelompok tani hadir dan mengapresiasi langkah BPP Tamalatea yang dinilai responsif terhadap kebutuhan petani.

Jumali Sewang, salah satu petani Desa Borongtala, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam membuka wawasan petani, khususnya dalam hal informasi akses pupuk, pengendalian hama, serta pengolahan hasil pertanian.

“Kami sangat mengapresiasi penyuluhan ini. Banyak hal yang kami belum tahu, terutama soal bagaimana mendapatkan pupuk lewat RDKK dan cara mencegah hama sejak dini. Ini sangat membantu kami untuk bisa bertani dengan lebih baik dan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Jumali juga memberikan apresiasi khusus kepada penyuluh pertanian dari Kecamatan Tamalatea, Aisyah Amani Iqbal, S.P., yang dinilainya sangat berdedikasi.
“Bu Aisyah luar biasa. Meski sedang hamil, beliau tetap aktif datang ke lapangan, mendatangi rumah ketua kelompok tani, bahkan langsung ke kebun n sawah. Beliau bukan hanya menyampaikan materi, tapi juga benar-benar hadir dan terlibat dalam keseharian kami sebagai petani,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam pembangunan pertanian nasional. Mereka tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membimbing petani dalam menerapkan teknologi dan inovasi pertanian.

Melalui kegiatan seperti ini, BPP Kecamatan Tamalatea menunjukkan komitmennya dalam menjadikan penyuluhan bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai gerakan nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Kegiatan revitalisasi dan penyuluhan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan petani secara kelembagaan maupun teknis. Harapannya, petani di Desa Borongtala — dan di seluruh Kecamatan Tamalatea — dapat terus berkembang menjadi pelaku usaha tani yang mandiri, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman dan kegiatan ini di tutup dengan sesi tanya jawab antara petani dan Penyuluh Pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *