Agustus 28, 2026

Ketika Idealisme Tergadai Oleh Kursi Kekuasaan

0
WhatsApp Image 2025-04-24 at 17.31.40_064f258f

SUARATANEWS.ID- KOTA MAKASSAR

Opini Oleh : Thalib Ruslan

Dulu ia adalah suara lantang yang tak pernah gentar menggugat ketidak adilan dan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat kecil.

Dari ujung warung kopi hingga lorong-lorong diskusi, namanya lekat dengan perlawanan terhadap ketimpangan dan arogansi kekuasaan.

Tapi hari ini, suara itu berubah. Tak lagi lantang, tak lagi jujur. Kini ia berbicara dengan intonasi yang diatur protokol dan diksi yang dibentuk naskah seremonial.

Ketika sumpah jabatan dibacakan, sesuatu dalam dirinya terkubur. Bukan sekadar janji di atas kitab suci, Tapi juga integritas yang dulu ia banggakan.

Dia yang dulu bersumpah untuk berpihak pada rakyat kecil, kini sibuk merapikan jas dan menjawab kritik dengan senyum basa-basi.

Ini bukan soal iri atau sakit hati. Ini soal konsistensi terhadap perjuangan yang dulu kita suarakan.

Dia yang dulu menyebut sistem sebagai “alat kekuasaan”, kini justru menjadi roda yang melanggengkan kepentingannya.

Ketika teman diskusi berubah masuk kedalam sistem dan menjadi seorang pejabat, maka yang diuji bukan hanya posisinya—tapi juga keberpihakan, keberanian, dan ingatan akan janji-janji perubahan.

Apakah kekuasaan selalu mengubah? Atau sejak awal, kita hanya sedang tertipu oleh retorika?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *