HMI Cabang Bantaeng Tantang Bupati Copot Direktur PDAM Bantaeng
SUARATANEWS.ID-BANTAENG
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bantaeng secara resmi mendesak Bupati Bantaeng untuk segera mengevaluasi dan mencopot Direktur PDAM Kabupaten Bantaeng. Desakan ini disampaikan menyusul berbagai persoalan yang dinilai mencerminkan buruknya tata kelola serta kepemimpinan di tubuh perusahaan daerah tersebut.
Ketua Umum HMI Cabang Bantaeng, Imam Aslam, menegaskan bahwa kondisi PDAM saat ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat, yakni air bersih.
“Kami melihat ada banyak persoalan serius yang terjadi di PDAM Bantaeng. Ini bukan hanya soal manajemen internal, tapi sudah berdampak pada pelayanan publik. Karena itu kami meminta dan menantang Bupati Bantaeng untuk berani mengambil sikap tegas dengan mencopot Direktur PDAM,” tegas Imam Aslam.
HMI Cabang Bantaeng menyoroti beberapa hal krusial antara lain:
- Rekrutmen Pegawai yang Tidak Terkendali: Direktur PDAM dinilai melakukan perekrutan pegawai dalam jumlah besar sehingga diduga menyebabkan kelebihan kapasitas tenaga kerja di internal PDAM. Kondisi ini dianggap berpotensi membebani keuangan perusahaan daerah dan mencerminkan lemahnya perencanaan manajemen sumber daya manusia.
- Dugaan Keterlibatan dalam Pembagian Proyek: HMI juga menyoroti adanya indikasi keterlibatan Direktur PDAM dalam pembagian proyek yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kewenangan PDAM sebagai perusahaan penyedia layanan air bersih. Lebih jauh, dalam dugaan praktik tersebut disebut-sebut turut mencatut nama Bupati Bantaeng. HMI menilai hal ini berbahaya karena dapat mencoreng nama baik kepala daerah serta merusak tata kelola pemerintahan yang bersih.
- Gejolak Internal dan Aksi Protes Pegawai: Situasi internal PDAM disebut tidak kondusif. Sejumlah pegawai diketahui telah melakukan protes bahkan aksi demonstrasi sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap gaya kepemimpinan Direktur. Hal ini dinilai sebagai sinyal kuat adanya krisis manajemen dan komunikasi di tubuh PDAM.
- Pelayanan Air Bersih Tidak Optimal: Sebagai perusahaan layanan publik, PDAM seharusnya memprioritaskan kualitas distribusi air bersih kepada masyarakat. Namun, HMI menilai pelayanan masih jauh dari optimal, yang menunjukkan bahwa fokus manajemen tidak berjalan sebagaimana mestinya.
HMI Cabang Bantaeng menegaskan bahwa jabatan Direktur PDAM adalah posisi strategis yang harus diisi oleh figur profesional, berintegritas, dan fokus pada pelayanan masyarakat, bukan justru menimbulkan polemik.
“Kami tidak ingin PDAM menjadi beban daerah dan sumber kegaduhan berkepanjangan. Bupati harus bertindak demi menyelamatkan pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat,” tutup Imam Aslam.
HMI Cabang Bantaeng menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial demi terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
