Agustus 28, 2026

Atasi Krisis Air Bersih, Mahasiswa HPMM Kom. PNUP Hadirkan Teknologi Filter Air Berbasis IoT di Desa Cemba

0
5FD3952F-CF89-42CD-B692-5C9487DFCABB

SUARATANEWS.ID-ENREKANG

Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu Komisariat Politeknik Negeri Ujung Pandang (HPMM Kom. PNUP) sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Cemba, Kecamatan Enrekang. Kegiatan yang berlangsung pada 15 hingga 30 Januari 2026 ini memperkenalkan inovasi mutakhir berupa sistem filtrasi air bersih berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat Desa Cemba mengenai kualitas air yang kerap keruh, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kondisi tersebut dinilai mengancam kesehatan dan kualitas hidup warga setempat.

Ketua Umum HPMM Kom. PNUP, Jumain, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu krusial di lapangan.

“Berdasarkan riset dan aspirasi warga, air yang digunakan sehari-hari seringkali tidak layak konsumsi saat musim hujan. Hal inilah yang melatarbelakangi kami untuk menghadirkan solusi nyata yang aplikatif bagi masyarakat,” ujar Jumain.

Inovasi bertajuk “Filter Air Bersih Berbasis IoT” ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui teknologi tepat guna. Agus Satriawan, Ketua Bidang Jaringan Informasi dan Advokasi (JIA) HPMM Kom. PNUP, menjelaskan bahwa keunggulan alat ini terletak pada kemudahan operasionalnya.

“Kami merancang sistem filtrasi yang otomatis dan sederhana. Dengan dukungan IoT, masyarakat tidak perlu melakukan pengawasan terus-menerus karena sistem bekerja secara cerdas namun tetap mudah dipahami,” jelas Agus.

Sebagai bentuk implementasi konkret, alat filter air ini telah dipasang dan dioperasikan di Masjid Nurul Hidayah, Desa Cemba. Pemilihan lokasi rumah ibadah bertujuan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh jemaah dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi percontohan bagi pemerintah daerah.

Tak hanya memberikan bantuan fisik, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait cara pengoperasian dan perawatan alat melalui peragaan langsung kepada warga.

HPMM Kom. PNUP berharap inisiatif ini menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang tidak hanya hadir dengan gagasan di atas kertas, tetapi juga dengan solusi konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tutup Jumain.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *