Agustus 27, 2026

Aksi Damai Berujung Intimidasi: Wija To Luwu Tuntut Copot kasat Reskrim Polrestabes Makassar  Devi Sujan 

0
wija to luwu

SUARATANEWS.ID-MAKASSAR 

Makassar – Aliansi Wija To Luwu kembali turun ke jalan dalam aksi demonstrasi jilid IV di depan Mapolrestabes Makassar, Kamis (25 September 2025). Aksi ini menuntut kepolisian, untuk menegakkan hukum atas kasus penyisiran mahasiswa Luwu Raya di lima kampus, pemasangan spanduk provokatif, serta penyerangan asrama mahasiswa putra Luwu Timur. sebuah kasus yang sudah dua bulan mandek meski telah dilaporkan secara resmi.

Namun, bukannya memberikan jawaban konkret, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Devi Sujana, justru hadir dengan sikap arogan. Alih-alih membuka transparansi penyidikan, ia malah menginstruksikan penangkapan terhadap massa aksi yang sedang menyuarakan keresahan.

Instruksi ini membuat marah demonstran. Mereka menilai, kenyataan pahit di Sulawesi Selatan kini terungkap, bahwa Wija To Luwu lebih cepat ditangkap ketimbang laporan kekerasan terhadap mereka ditindaklanjuti.

“Dua bulan laporan kami dibiarkan membusuk, tapi hari ini suara kami justru dibungkam dengan ancaman penangkapan. Apakah ini wajah hukum di Sulawesi Selatan? Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan menjadikan mahasiswa sebagai musuh,” teriak salah satu orator.

Aliansi menegaskan, sikap Kompol Devi Sujana memperkuat tuntutan mereka agar Kapolda Sulawesi Selatan segera mencopotnya dari jabatan Kasat Reskrim. Menurut mereka, pejabat kepolisian yang gagal menangani kasus sekaligus represif terhadap mahasiswa, sama sekali tidak layak menduduki jabatan strategis.

“Jika Kapolda membiarkan Devi Sujana tetap duduk, maka Kapolda sama saja melegitimasi kriminalisasi mahasiswa. Ini bukan sekadar persoalan jabatan, ini persoalan integritas dan kredibilitas institusi kepolisian,” tegas Jenderal Lapangan.

Aksi jilid IV yang semula digelar secara damai kini menjadi bukti telak, bahwa aparat lebih cepat menginstruksikan penangkapan ketimbang menghadirkan keadilan. Sehingga Aliansi menutup aksinya dengan peringatan keras, bahwa Wija To Luwu tidak akan tunduk pada intimidasi dan Gelombang perlawanan akan terus dilakukan dengan skala yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *