Gagal dalam Operasi Antik, HMI Cabang Bantaeng Desak Kapolres Bantaeng Perlu Dievaluasi Total dan Dicopot dari Jabatanya
SUARATANEWS.ID.BANTAENG
Bantaeng, 15 Juli 2025-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bantaeng menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kekecewaan terhadap nihilnya capaian Polres Bantaeng dalam *Operasi Antik Lipu 2025* yang digelar serentak oleh Polda Sulawesi Selatan selama 20 hari, sejak 10 hingga 29 Juni 2025.
Dalam operasi yang berhasil mengungkap *281 kasus penyalahgunaan narkoba* dan mengamankan *432 tersangka* di wilayah Sulsel, Polres Bantaeng tercatat *tidak mengungkap satu pun Target Operasi (TO). Bersama Polres Bulukumba dan Polres Enrekang, Polres Bantaeng menjadi salah satu dari tiga polres yang dinilai **gagal total* dalam operasi penting ini.
*Sekretaris Umum HMI Cabang Bantaeng, Andi Rachmat Adyullang*, menilai kegagalan tersebut sebagai indikasi lemahnya fungsi penegakan hukum dan pengawasan narkotika di Bantaeng.
> “Kinerja Polres Bantaeng dalam Operasi Antik Lipu 2025 sangat mengecewakan. Tidak ada TO yang berhasil ditangkap, sementara daerah lain mampu bekerja maksimal. Ini mencerminkan lemahnya fungsi intelijen, pengawasan wilayah yang lemah, serta patut diduga minimnya keseriusan dalam memerangi peredaran narkoba,” tegas Andi Rachmat.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa *buruknya performa Polres Bantaeng* tidak hanya tercermin dalam operasi narkotika saja. Sejumlah *kasus besar dan krusial yang belum dituntaskan* juga memperkuat persepsi publik bahwa kinerja kepolisian setempat perlu dievaluasi secara menyeluruh.
> “Sampai hari ini, masyarakat belum mendapat kejelasan terkait *kasus pembunuhan yang menggantung* tanpa tersangka maupun proses hukum yang transparan. Ditambah lagi, *aktivitas tambang ilegal (galian C)* yang merusak lingkungan dan diduga kuat sebagai penyebab banjir, seolah dibiarkan begitu saja tanpa tindakan tegas,” tambahnya.
Sebagai organisasi kemahasiswaan yang peduli terhadap keadilan sosial dan penegakan hukum, HMI Cabang Bantaeng menilai perlu adanya *evaluasi total terhadap kepemimpinan dan kinerja Polres Bantaeng. HMI juga mendorong Polda Sulsel agar **tidak hanya menjadikan hasil Operasi Antik Lipu sebagai laporan tahunan*, tapi benar-benar menindaklanjuti wilayah-wilayah yang nihil capaian dengan strategi konkret.
> “Kami mendesak Kapolda Sulsel agar mengambil langkah serius terhadap kinerja Polres Bantaeng. Apabila tidak ada pembenahan dalam waktu dekat, kami siap menggalang konsolidasi untuk aksi massa sebagai bentuk tekanan dari masyarakat sipil,” tutup Andi Rachmat.
HMI Cabang Bantaeng menegaskan bahwa *kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum tidak bisa dibangun dengan retorika*, tapi harus dibuktikan melalui kinerja nyata, transparansi, dan keberanian memberantas pelanggaran hukum—baik yang terorganisir maupun yang bersifat lokal.
