IPMIL Raya Universitas Bosowa Makassar Menuntut Tindakan Tegas Terhadap PT Masmindo Dwi Area yang dianggap Merugikan Masyarakat
SUARATANEWS.ID-MAKASSAR
TODDOPULI TEMMALARA
Makassar, Jumat, 20 September 2024 – Mahasiswa IPMIL Raya Universitas Bosowa Makassar kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sulawesi Selatan, menuntut tindakan tegas terhadap PT Masmindo Dwi Area dan berbagai isu lainnya yang dianggap merugikan masyarakat. Dalam aksi ini, mahasiswa mengajukan lima tuntutan utama: menutup PT Masmindo Dwi Area di Bumi Sawerigading, memberantas mafia tambang di Luwu, memberikan ruang bagi putra daerah Luwu Raya, mencopot pejabat seperti PJ Bupati Luwu dan Kapolres, serta menghentikan konflik agraria dan kriminalitas masyarakat.
Jenderal Lapangan, Stepanus Ardi, menyatakan bahwa kondisi di Luwu sangat meresahkan bagi masyarakat akibat tindakan perusahaan tersebut. Ia mengungkapkan keprihatinan atas ketidakadilan yang dialami warga. Koordinator Lapangan, Andi Muhammad Humam Tsaqib, menambahkan bahwa PT Masmindo terlibat dalam tindakan kriminal, sementara aparat seharusnya melindungi masyarakat namun justru terlihat pasif dalam menangani situasi tersebut.”Ucapnya.
Perwakilan dari Kepala Bidang Divisi Pengawasan Kesbangpol menemui para demonstran, menjelaskan bahwa kasus ini sedang ditindaklanjuti dan akan segera ditangani. Ia juga menyebutkan bahwa pemilik tanah, Pak John, belum memiliki berkas yang cukup, tetapi pihaknya akan berupaya membantu agar haknya dapat terpenuhi.”Katanya.
Kunjungan mahasiswa dari IPMIL Luwu Raya ini menjadi momentum penting bagi kinerja gubernur Sulsel untuk mengambil tindakan tegas terhadap PT Masmindo, yang dituduh melakukan kekerasan terhadap masyarakat.
Dengan massa aksi berjumlah sekitar 50 orang, mereka mengancam akan memperbesar jumlah peserta jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
Aksi ini menunjukkan semangat mahasiswa dalam memperjuangkan hak masyarakat, menciptakan harapan bagi perubahan yang lebih baik di daerah mereka.”Tutupnya.
