Agustus 27, 2026

Ipmil Raya Dan Eksistensinya Sebagai Organisasi Kedaerahan

0
Screenshot

Screenshot

SUARATANEWS.ID-MAKASSAR.

Organisasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya biasa disingkat (Ipmil Raya) merupakan organisasi kedaerahan yang berasal dari Luwu Raya yang menaungi Mahasiwa/i dari 3 Kabupaten 1 Kota yaitu Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo, yang sedang menimbah ilmu di tanah rantau yang tersebar di beberapa kota-kota besar di Indoesia.
Lembaga ini berdiri sejak tanggal 05 Agustus 1958 dan telah memiliki 5 cabang dan 18 Pengurus Kordinator Perguruan Tinggi (PKPT) di tingkat kampus yg ada di kota makassar, dalam perjalanya sebagai Organisasi kederahan Mahasiswa, Ipmil Raya telah melahirnkan ribuan alumni-alumni yang hebat yang tersebar di bergai daerah indonesia, peran dan funginya sebagai pencetak kader-kader dan pemimpin-pemimpin yang unggul sesuai kebutuhan zaman menjadikan eksistensi Ipmil Raya tetap terjaga.
Dinamika organisasi yang terjadi selama kita ber-Ipmil memberikan setiap kader cukup pelajaran berharga betapa pentingnya menegakkan aturan main yang tegas untuk konteks internal organisai. Tanpa bermaksud simplifikasi , konflik atau perpecahan yang terjadi dalam internal maupun eksternal organisasi selama ini lahir sebagai akibat arogansi individu ataupun kelompok dalam benturan kekuasaan. Perubahan sosial yang terus terjadi adalah sebuah keniscayaan peradaban yang tidak bisa di tolak keberadaanya, globalisasi dan modernitas yang berkembang pesat sangat berpengaruh terhadapa perkembangan masyarakata dan bangsa Indonesia. Perkembangan zaman ini semakin bermetamorfosis yang berdampak pada tatanan sosial yang juga ikut berubah.
Sebagai organisasi Kedaerahan Ipmil Raya dalam setiap proses kaderisasinya selalu berupaya melatih dan mendidik seorang kader untuk menjadi seorang pemimpin di yang dibekali dengan cakrawala berfikir secara kritis sehingga dalam perjalannya Ipmil Raya secara terus menerus konsiosten dalam menciptakan kader-kader masa depan yang siap memberikan kontribusi dan mengawal pelaksaan pemerintahan di Daerah.
Seiring berjalanya waktu, Organisasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (Ipmil Raya) dalam usianya yang sudah mencapai 65 Tahun yang tak lagi mudah akan terus menjadi wadah dalam melahirkan kader-kader Wija to Luwu yang potensial, sebab umur bukan menjadi sebuah alasan bagi kader Ipmil raya untuk tetap membawa eksistensistensi Ipmil Raya sampai dengan nama-nama tertingginya sebagaimana sebuah pohon yang tumbuh kokoh, usia yang semakin tua membawa makna kontribusi yang semakin besar.
Menjadi seorang kader Ipmil Raya tentuntnya bukanlah tugas yang mudah. Akan tetapi akan mudah jika kita memahami apa yang menjadi hakikat kita sebagai kader Ipmil Raya. Ber-Ipmil bukan hanya sekedar berorganisasi tanpa sebuah orientasi dan aktivitas untuk meningkatkan kualitas diri sebagai kader yang notabenenya sebagai Mahasiswa. Dengan itu semangat ber-Ipmil bagian daripada menjaga dan merawat persaudraan sesama wija to Luwu yang sedang menimbah ilmu di tanah rantau. “Kalimat Ipmil adalah Ibu yang telah mempersaudrakan kita’’ merupakan sebuah ungkapan kalimat yang memiliki makna yang sangat dalam sehingga tidak adalagi alasan bagi wija to luwu untuk tidak saling menjaga di tanah rantau.
Oleh karena itu Sebagai seorang kader Ipmil Raya, kita selalu dituntut untuk mejaga nama baik organisasi berhasil tidaknya eksistensi Ipmil Raya tergantung bagaimana seorang kader membawa arah perjuangan organisasi, sebab potensi kader menjadi harapan besar organisasi ini untuk selalu berkiprah dan berada di posisi terdepan untuk merumuskan solusi-solusi alternatih terhadap berbagai macam problem yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Luwu raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *