Oktober 25, 2026

Pj Sekda Sulsel Buka Musda III Permabudhi Sulsel dan Seminar Nasional Ekoteologi

0
Pj Sekda Sulsel Buka Musda III Permabudhi Sulsel dan Seminar Nasional Ekoteologi

Pemprov Sulsel Dorong Kerukunan Umat Beragama melalui Musda III Permabudhi

SUARATANEWS.ID, MAKASSAR — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman membuka secara resmi Musda III Permabudhi Sulsel di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026).

Musyawarah Daerah III Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional Ekoteologi bertema “Ego to Eco: Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan”.

https://sulselprov.go.id/

Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber terkemuka, yakni anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Ketua Umum Permabudhi Prof. Philip K. Widjaja, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah Hening Parlan, serta Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa.

Rawat Keberagaman dan Tanggung Jawab Moral Lingkungan

Dalam sambutannya, Andi Winarno berharap momentum musda dan seminar ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen pengamalan nilai luhur agama demi menghadirkan masyarakat yang harmonis dan bertoleransi tinggi.

Ia menegaskan bahwa Sulawesi Selatan kaya akan keberagaman, di mana kerukunan yang terjaga hingga kini merupakan buah dari gotong royong seluruh lapisan masyarakat, termasuk umat Buddha.

“Permabudhi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan serta nilai-nilai kebangsaan,” ujar Andi Winarno.

Terkait Seminar Nasional Ekoteologi, Pemprov Sulsel mengapresiasi pengangkatan isu kelestarian alam ke ranah keagamaan. Menurutnya, kepedulian lingkungan bukan hanya persoalan teknis, melainkan tanggung jawab moral dan spiritual.

“Menjaga kelestarian alam merupakan wujud kepedulian terhadap kehidupan dan masa depan bersama. Pemprov Sulsel terus mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan akademisi dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan menuju Sulsel yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Harmonisasi Lintas Agama dan Kiprah Permabudhi Sulsel

Ketua Umum Permabudhi sekaligus anggota Wantimpres, Prof. Philip Kuntjoro Widjaja, menyampaikan bahwa musda ini menjadi ruang strategis merumuskan kepengurusan, menyusun program kerja, serta mengevaluasi arah gerak organisasi.

“Kehadiran rekan-rekan dari berbagai agama menandakan betapa harmonisnya hubungan yang telah kita bangun bersama lintas agama. Semoga Musda ini menghasilkan keputusan terbaik yang membawa manfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Prof. Philip.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Permabudhi Sulsel, Yonggris Lao, memaparkan rekam jejak organisasi yang telah berkiprah selama delapan tahun sejak dibentuk pada 2018.

“Pada periode pertama, tugas kami bagaimana membangun komunikasi antarmajelis, mempersatukan majelis, dan mewujudkan harapan umat agar vihara bisa bersatu dalam harmoni. Hal tersebut berhasil kami jalankan,” jelas Yonggris.

Pada kepengurusan periode kedua, fokus organisasi diarahkan untuk memperkokoh persatuan internal sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi kemajuan pembangunan daerah di Sulawesi Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *