Dari Kaderisasi ke Akademisi: Wahyuddin Raih Gelar Doktor Teknologi Pendidikan di UNJ
SUARATANEWS.ID-JAKARTA
Melalui proses akademik yang panjang, terstruktur, dan berkelanjutan, Wahyuddin, kader Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM), secara resmi menyandang gelar Doktor (S3) Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Gelar tersebut diperoleh setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang dilaksanakan di lingkungan kampus UNJ pada Selasa (20/01/2026).
Pencapaian akademik ini merefleksikan konsistensi Wahyuddin dalam mengembangkan keilmuan pendidikan, khususnya pada ranah teknologi pendidikan, serta memperlihatkan kontribusi nyata kader HPMM dalam ruang akademik nasional.
Saat ini, Wahyuddin mengemban tugas sebagai Staf Perencanaan Operasional Pendidikan (Renopsdik) pada Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Institusi pendidikan strategis ini berada di bawah naungan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) dan dalam pembinaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Peran tersebut menempatkannya pada posisi strategis dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pendidikan yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia nasional.
Dalam perjalanan akademiknya, Wahyuddin menempuh seluruh jenjang pendidikan tinggi secara linier dan sistematis pada bidang Teknologi Pendidikan. Pendidikan Sarjana (S1) diselesaikan di Universitas Negeri Makassar (UNM), sementara pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) ditempuh di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kajian doktoralnya berfokus pada kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta pengembangan kepemimpinan dan sistem pendidikan yang relevan dengan dinamika transformasi pendidikan di era digital dan global.
Selain berkiprah di ranah akademik dan profesional, Wahyuddin juga memiliki rekam jejak kepemimpinan organisasi yang konsisten. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum HPMM Komisariat Universitas Negeri Makassar (KOM UNM) periode 2011–2012, serta aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, termasuk BEM Fakultas Ilmu Pendidikan UNM periode 2011–2012 dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2016–2018. Pengalaman tersebut berkontribusi dalam membentuk kapasitas kepemimpinannya, terutama dalam perencanaan strategis, penguatan kaderisasi, dan pengembangan potensi generasi muda.
Dalam pernyataannya, Wahyuddin menegaskan bahwa capaian akademik yang diraihnya tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai tanggung jawab intelektual dan moral untuk terus menghadirkan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda Massenrempulu.
“Saya memandang capaian ini sebagai amanah keilmuan. Harapannya, generasi muda Massenrempulu dapat terus menumbuhkan keberanian untuk bercita-cita besar, menempuh pendidikan setinggi mungkin, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Capaian ini diharapkan menjadi referensi inspiratif bagi kader-kader HPMM dan generasi muda Massenrempulu bahwa pendidikan tinggi, kepemimpinan berbasis nilai, serta komitmen pengabdian merupakan fondasi penting dalam membangun kemajuan daerah dan bangsa.
Ke depan, Wahyuddin menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia lintas sektor sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan terhadap pembangunan nasional yang berorientasi pada kualitas dan transformasi pendidikan.
