Agustus 27, 2026

Kader HPMM Raih Gelar Doktor di Universitas Negeri Jakarta, Jadi Inspirasi Generasi Muda Massenrempulu

0
C649BE56-60B1-4A67-BD0B-871AAFA01333

SUARATANEWS.ID-JAKARTA

Kiprah kader Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) di kancah akademik nasional kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Wahyuddin, salah satu kader terbaik HPMM, resmi menyandang gelar Doktor (S3) bidang Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di kampus UNJ, Selasa (20/01/2026).

Wahyuddin saat ini mengemban amanah sebagai Staf Perencanaan Operasional Pendidikan (Renopsdik) pada Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN), sebuah lembaga pendidikan strategis di bawah naungan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) yang berada dalam pembinaan Kementerian PertahananRepublik Indonesia. Posisi tersebut menempatkannya pada ruang kebijakan dan perencanaan pendidikan yang beririsan langsung dengan pembangunan sumber daya manusia nasional.

Secara akademik, Wahyuddin menempuh jenjang pendidikan tinggi secara linier dan berkesinambungan pada bidang Teknologi Pendidikan. Pendidikan Sarjana (S1) ia selesaikan di Universitas Negeri Makassar (UNM), sementara jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) diselesaikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam studi doktoralnya, Wahyuddin secara konsisten mengkaji isu-isu strategis terkait kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta pengembangan kepemimpinan dan sistem pendidikan, yang relevan dengan tantangan transformasi pendidikan di era digital dan global.

Selain berkiprah di dunia akademik dan profesional, Wahyuddin juga dikenal memiliki rekam jejak organisasi yang kuat dankonsisten. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum HPMM Komisariat Universitas Negeri Makassar (KOM UNM) Periode 2011–2012, serta aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (BEM FIP) UNM Periode 2011–2012 dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2016–2018. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya, khususnya dalam aspek perencanaan strategis, pengembangan kader, dan penguatan kapasitas generasi muda.

Wahyuddin menegaskan bahwa capaian akademik ini tidak semata dipandang sebagai prestasi personal, melainkan sebagai amanah moral dan intelektual untuk terus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda Massenrempulu.

Capaian ini saya maknai sebagai tanggung jawab untuk terus berkontribusi. Saya berharap hal ini dapat memotivasi generasi muda Massenrempulu agar tidak ragu bermimpi setinggi mungkin, menempuh pendidikan setinggi-tingginya, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negaraungkapnya.

Keberhasilan Wahyuddin meraih gelar doktor diharapkan menjadi sumber inspirasi dan teladan intelektual bagi kader-kader HPMM dan generasi muda Massenrempulu secara luas, bahwa pendidikan tinggi, kepemimpinan, dan pengabdian sosial merupakan pilar utama dalam membangun peradaban dan kemajuan daerah.

“ia berkomitmen untuk terus terlibat dalam pengembangan kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor, sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan nasional yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.” Tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *