Lebih dari Satu Naskah Akademik, PB IPMIL Raya Tegaskan: Banyak Jalan Menuju Provinsi Luwu Raya, Bukan Ajang Adu Kepentingan
SUARATANEWS.ID-MAKASSAR
MAKASSAR — Kehadiran lebih dari satu naskah akademik dalam proses pembentukan Provinsi Luwu Raya dinilai sebagai dinamika yang wajar. Namun, PB IPMIL Raya menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan perpecahan.
Organisasi kepemudaan itu menyebut, lahirnya sejumlah naskah akademik justru menunjukkan bahwa gagasan pembentukan Provinsi Luwu Raya terus berkembang dan mendapat perhatian luas. Meski demikian, seluruh pihak diminta tetap menjaga soliditas.
“Perbedaan naskah akademik tidak boleh dijadikan ajang adu kepentingan. Jika itu terjadi, maka kita sedang menjauh dari tujuan besar pembentukan Provinsi Luwu Raya,” tegas PB IPMIL Raya dalam keterangannya.
PB IPMIL Raya menilai, seluruh upaya yang dilakukan harus tetap berada dalam satu koridor, yakni kepentingan kolektif masyarakat Luwu. Menurutnya, perjuangan tersebut tidak boleh ditarik ke arah ego sektoral maupun kepentingan kelompok tertentu.
Dalam pernyataannya, PB IPMIL Raya juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam perjuangan besar kerap berasal dari dalam, yakni potensi perpecahan antar elemen.
“Perjuangan ini tidak boleh berubah menjadi panggung untuk menunjukkan siapa yang paling kuat atau paling memiliki relasi. Ini adalah agenda bersama yang hanya bisa dicapai dengan kebersamaan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, PB IPMIL Raya mendorong seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah. Beberapa elemen penting yang disebut perlu duduk bersama antara lain Dewan Adat (Kedatuan Luwu), pemerintah kabupaten/kota se-Luwu Raya, serta BPP DOB Provinsi Luwu Raya.
Ketiga pilar tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan arah perjuangan tetap sejalan dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
PB IPMIL Raya menekankan bahwa setiap kebijakan, langkah, maupun komunikasi yang dilakukan harus bersifat koordinatif dan tidak saling bertabrakan.
“Semua harus duduk bersama, menyatukan persepsi, dan memastikan setiap langkah berada dalam satu arah. Tidak boleh ada gerakan parsial yang justru melemahkan perjuangan,” ujarnya.
Selain itu, PB IPMIL Raya juga mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh adat, pemuda, mahasiswa, akademisi, hingga politisi—untuk mengedepankan persatuan.
Menurut mereka, saat ini bukan waktu untuk memperdebatkan siapa yang paling benar, melainkan memastikan seluruh kekuatan bergerak dalam satu visi yang sama.
PB IPMIL Raya menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar persoalan administratif, tetapi juga menyangkut identitas dan masa depan masyarakat Luwu.
“Banyak jalan menuju Provinsi Luwu Raya, tetapi arah tidak boleh terpecah. Persatuan adalah kunci utama yang tidak bisa ditawar,” tutupnya.
