Pemuda Bantaeng sarankan KPU Evaluasi Pelaksanaan Debat Perdana Pilkada 2024 Kabupaten Bantaeng
SUARATANEWS.ID.BANTAENG
Debat kandidat calon bupati dan wakil bupati merupakan momen krusial dalam proses demokrasi di Kabupaten Bantaeng. Sebagai ajang untuk memperkenalkan visi, misi, serta program kerja para calon, debat ini seharusnya memberikan pemahaman yang jelas bagi masyarakat mengenai pilihan yang akan diambil. Dengan begitu, pemilih dapat menentukan pilihannya berdasarkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Namun, pelaksanaan debat yang berlangsung pada 26 Oktober 2024 kemarin menunjukkan beberapa kekurangan yang sangat disayangkan dan perlu untuk dievaluasi.
“Pelaksanaan debat pilkada Kab. Bantaeng 2024 ini masih terdapat beberapa kekurangan yang pertama adalah moderator yang terkesan tidak profesional dan tidak memahami alur pelaksanaan debat” Ungkap Fadliadi dan yang kedua adalah channel youtube yang disiarkan inews dan juga kanal youtube KPU sempat bermasalah”
Kata Fadliadi 27/10/24.
Fadliadi mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan debat moderator merupakan jenderal yang seyogyanya mampu mengatir jalannya debat namun sayang sekali moderator yang tampil pada debat tersebut justru terlihat tidak memahami jalannya alur debat khususnya pada saat awal sesi debat kandidat.
Selain itu, penayangan debat yang terhenti di tengah acara menjadi masalah serius lainnya. Ketika informasi terputus, masyarakat tidak hanya kehilangan momen penting, tetapi juga terputus dari narasi yang sedang dibangun. Hal ini berpotensi menyebabkan kesalahpahaman di kalangan pemilih. Debat yang seharusnya menjadi wadah untuk menyampaikan ide dan gagasan malah terganggu oleh masalah teknis yang seharusnya bisa dihindari.
Dalam era digital saat ini, harapan masyarakat adalah dapat mengakses informasi secara langsung dan tanpa hambatan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang utuh dan terus-menerus, terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pilihan pemimpin daerah.
“KPU Kabupaten Bantaeng sebagai penyelenggara seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan debat ini. Kelemahan-kelemahan yang muncul perlu ditindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang pada debat ke 2 16 November mendatang” ujar Fadliadi 27/10/24.
Ini bukan hanya soal kualitas acara, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai demokrasi dan partisipasi publik dalam menentukan masa depan daerah.
Sebagai generasi muda, kami mengharapkan adanya peningkatan dalam kualitas pelaksanaan debat di waktu yang akan datang. Kami ingin melihat moderator yang lebih terlatih dan dapat menguasai jalannya debat, serta sistem penayangan yang lebih stabil dan handal. Masyarakat berhak mendapatkan pengalaman debat yang informatif dan menginspirasi.
Kami berharap kritik ini tidak hanya menjadi keluhan semata, tetapi juga sebagai dorongan bagi KPU Kabupaten Bantaeng untuk berbenah. Kualitas demokrasi kita sangat bergantung pada seberapa baik kita mampu menyajikan informasi yang dibutuhkan pemilih. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap pemilih mendapatkan haknya untuk memahami pilihan yang ada.
Oleh karena itu, mari kita semua berkomitmen untuk mendorong perbaikan dalam setiap proses demokrasi yang kita jalani. Sebagai pemuda, kami siap untuk terlibat dalam upaya meningkatkan kualitas pemilihan di Kabupaten Bantaeng. Harapan kami adalah agar ke depan, setiap debat kandidat dapat berlangsung dengan lebih baik, lebih informatif, dan lebih berkualitas.
