Agustus 28, 2026

Bicara di Forum Global, Deinas Geley Bahas SDA Papua

0
Deinas Geley berbicara di Konferensi Internasional FISIP Unismuh Makassar

Deinas Geley (FOTO:IST)

SUARATANEWS.ID, MAKASSAR – Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Papua Tengah harus mampu menjadi fondasi utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan kualitas manusia.

Gagasan strategis tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Papua Tengah sekaligus mahasiswa Program Doktor Universitas Hasanuddin (Unhas), Deinas Geley, saat menjadi pembicara dalam International Conference yang digelar di Hotel Gammara Makassar, Kamis (23/7/2026).

Dalam forum ilmiah internasional tersebut, Deinas memaparkan materi bertajuk “Rekonfigurasi Tata Kelola Sumber Daya Alam: Dinamika Politik Transformasi Menuju Kesetaraan di Papua Tengah”. Ia menggarisbawahi bahwa besarnya potensi alam Papua Tengah wajib diimbangi tata kelola yang menghasilkan pemerataan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Pentingnya Keadilan dan Pelibatan Masyarakat Adat

Deinas menekankan bahwa orientasi pembangunan Papua Tengah tidak boleh hanya bertumpu pada eksploitasi kekayaan alam semata. Menurutnya, hal krusial yang harus diwujudkan adalah memastikan hasil pengelolaannya berdampak langsung terhadap pengentasan kesenjangan sosial serta peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM).

“Kekayaan alam Papua Tengah merupakan modal besar pembangunan. Tantangan utama kita adalah memastikan pengelolaannya benar-benar menghadirkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menciptakan pembangunan yang berkeadilan,” ujar Deinas di hadapan para akademisi global.

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi sistem tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif dengan menempatkan masyarakat adat sebagai pilar utama pengambilan kebijakan. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat lokal dinilai menjadi kunci utama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dihadiri Delegasi 12 Negara

Konferensi internasional yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar, berkolaborasi dengan institusi akademik dari dalam dan luar negeri, di antaranya:

  • Polytechnic University of the Philippines (Filipina)

  • Vellore Institute of Technology & Tamil Nadu Dr. Ambedkar Law University (India)

  • University of Raparin (Kurdistan-Irak)

  • Institute for Research and European Studies (Makedonia Utara)

  • Politeknik STIA LAN Bandung, Universitas Mulawarman, dan Universitas Sam Ratulangi

Forum strategis ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari 12 negara, termasuk Thailand, Spanyol, Vietnam, Yordania, Malaysia, Nigeria, Pakistan, hingga Korea Selatan.

Kehadiran Deinas Geley yang tengah merampungkan studi doktoralnya di Unhas mencerminkan komitmen kepemimpinan daerah berbasis riset ilmiah (evidence-based policy). Forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan konkret demi tata kelola SDA yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *